Jumat, 18 Desember 2009

impressionsme

Sejarah seni lukis modern telah dimulai pada abad 19, ditandai dengan munculnya berbagai macam corak dan gaya seni lukis yang secara tidak langsung membuatnya berbeda dengan karya-kaya sebelumnya. Prancis menjadi pusat awal mula berkembangnya seni lukis modern itu dengan Paris sebagai pusatnya. Aliran-aliran baru bermunculan dimulai dengan neo klasisisme, romantisme, realism, impresionis dan beragam gaya lukis abad 20 seperti fauvism, kubisme, neo-dadaisme dan lain-lain. Seni lukis modern menjadi ekspresi estetis dari ide-ide yang diwujudkan sang pelukis dalam bentuk konkrit, dalam seni ini kebebasan serta sikap batin pelukis sangat menentukan proses pembuatan lukisan.
Kemudian pada masa ini,pada tahun 1860, muncul gerakan seni impresionisme yang pada mulanya merupakan wujud rasa tidak puas terhadap perkembangan seni akademis yang berkonsentrasi pada mahzab seni lukis klasik. Eugene Delacroix mengemukakan pendapat bahwa lukisan tidak selamanya dibentuk dengan pengolahan garis secara berlebihan seperti dikembangkan oleh Ingres selama bertahun-tahun, menurutnya pengolahan bidang-bidang warna dengan penuh perhitungan akan menghasilkan bentuk lukisan yang menarik. Beberapa pelukis kemudian mulai melanggar aturan-aturan akademis dalam pembuatan lukisan, mereka tidak lagi berkonsentrasi pada bentuk secara mendetail dengan mementingkan kontur, volume dan garis. Mereka juga meninggalkan pengamatan strukturan bentuk suatu obyek, sehingga suasana yang didapat ialah dengan menangkap kesan atau impresi cahaya yang ditangkap sekilas oleh mata. Bentuk obyek lukisan yang dihasilkan kemudian menjadi lebih sederhana, tidak seperti lukisan naturalism ataupun realism. Kritikus Louis Leroy kemudian mengutip judul lukisan Claude Monet “Impression, soleil levant” untuk menyindir gaya lukisan ini dalam artikelnya Le Charivari. Lukisan Impresionis memiliki karakteristik goresan kuas yang kuat, warna-warna cerah (sebagian pelukis menghindari penggunaan warna hitam karena dianggap bukan bagian dari cahaya), subyek lukisan yang tidak terlalu mononjol, komposisi terbuka, penekanan pada kualitas pencahayaan dan sudut pandang yang tidak biasa. Goresan warna-warna pendek, pecah sekaligus murni atau hasil dari ketidak sengajaan diatas palet digunakan untuk memberi nyawa pada lukisan. Penekanan lukisan kemudian bergeser kepada kesan keseluruhan daripada detail obyek tertentu. Perkembangan selanjutnya dari impresionisme adalah penemuan bahwa yang lebih penting daripada teknik impresionisme sendiri adalah pembedaan dalam sudut pandang.
Pada akhir abad 19, masyarakat mulai mempercayai bahwa impresionisme adalah cara pandang yang jernih dan jujur terhadap kehidupan, meskipun secara artisitik bukanlah pendekatan yang benar dalam pembuatan karya. Gerakan impresionisme menjadi pelopor berkembangnya aliran-aliran seni modern lain seperti Post-Impresionisme, Fauvisme, and Kubisme. Pelukis pada era ini contohnya adalah Vincent Van Gogh, Paul Gauguin, Georges Seurat dan Henri de Toulouse-Lautrec. Karya seluruh seniman ini meskipun tidak lagi menganut aliran neoklasikme namun masih mengandung unsur-unsur dasarnya.

Kamis, 03 Desember 2009

je suis condamne a etre libre

nampaknya quote mbah sartre yg satu ini lagi "mengena" bgt buat sha
manusia itu emang dihukum untuk menjadi bebas, selalu manusia dihadapkan pada pilihan..
lg complicated bgt (sorry yah blog, kalo lagi labil larinya kesini terus!xp)
udah smalaman sga pusing mikirin ini
walaupun sudah sharing ke teman, tetap aja bingung
kalau menurut teman gw, kita harusnya bisa nyaman dengan pilihan yang kita suka
tapi sha berpendapat lain, karena nampaknya pilihan tidak bisa selalu jatuh pada hal yang kita suka, tetapi jatuh pada konsekuensi dari pilihan itu
ini masalahnya sudah ditumpuk dari tahun lalu, dan sha cuekin (karena biasanya kalo dicuekin akan beres sendiri) tapi ternyata tidak juga, masalah ini masi aja muncul bahkan sekarang disaat seharusnya sha konsentrasi buat belajar UAS
pikitan jadi terbelah gini, bner juga kata orang..ironis memang kalo kita gak kenal baik sama kandang senidiri..tapi apakah salah kalo memang dari sul sha tidak pernah merasa nyaman didalamnya??
honestly, i'd like to be the part of them..tapi gw selalu dihadapkan pada pilihan yang sulit karena waktunya berbarengan dengan hal lain yang jelas gw sudah merasa nyaman dari setahun yang lalu..

hufff sudah lelah dan tidak punya waktu untuk memikirkan ini terus
gotta go to campus
hope today i could find the way i'll love to belong with..